Bunga Telang, HIDUP SELARAS : DIRI, ALAM, DAN TUHAN
Gambar 1. Bunga Telang (Andari, 2021). Di sudut kebun yang kerap diabaikan, bunga telang tumbuh dengan cara yang sederhana. Kelopaknya memiliki warna biru keunguan, damai namun kaya makna, seolah menyimpan pesan yang tidak tergesa untuk diungkapkan. Ia tidak mencolok, tidak meminta sanjungan, namun kehadirannya memberikan makna bagi alam dan manusia. Alam, tidak hanya sebagai tempat tinggal manusia, tetapi sebuah kitab penuh tanda. Telang salah satu ayatNYA. Tumbuh sesuai hukum alam, mendapatkan sinar secukupnya, menyerap air seperlunya, dan mekar pada waktu yang tepat. Alam mengajarkan keseimbangan. Telang tidak memaksakan dirinya menjadi bunga lain. Tidak merasa iri pada bunga merah yang dipuja, anggrek yang dipamerkan. Cukup menjadi diri sendiri. Sebuah pelajaran sunyi dan tenang tentang menerima dan keteraturan semesta. Manusia sering kali tidak tenang, ingin segala sesuatu cepat, tinggi, diakui. Dalam kegelisahan, seringkali melupakan esensi manusia bukan tentang pencapaian m...